ma Palang Merah Remaja: Berita:
.......:::::::SELAMAT DATANG DI BLOG RELAWAN MASA DEPAN:::::::....... PALANG MERAH REMAJA SMP NEGERI 207 SSN JAKARTA...... SALAM KEMANUSIAAN
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Ketua TPUKS SMP N 207 SSN Jakarta membangun ruang UKS

Ketua TPUKS SMP N 207 SSN Jakarta Sri Ambar Kosasih S.Pd periode 2011 - 2012 telah berhasil membangun ruang UKS sebagaimana sesuai dengan maksud Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, Nomor : 1/U/SKB, Nomor : 1067/Menkes/SKB/VII/2003, Nomor : MA/230 A/2003 dan Nomor : 26 Tahun 2003 Tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). karena selama ini ruang PMR dirangkap dengan ruang UKS.
Bahwa setelah terjadinya sekat pemisahan antara ruang PMR dengan Ruang UKS, diharapkan Pengurus TPUKS di SMP N 207 SSN Jakarta dapat membentuk Keorganisasian KKR (Kader Kesehatan Remaja) yang merupakan organisasi siswa yang membantu pelaksanaan program kerja TPUKS sebagaimana pedoman yang telah ditetapkan TPUKS Pusat (Nasional), TPUKS Provinsi, TPUKS Kota/Kabupaten dan TPUKS tingkat Kecamatan.
Dengan dibentuknya KKR, diharapkan adanya komunikasi yang baik antara siswa SMP N 207 SSN Jakarta dengan TPUKS Kecamatan yang berada di Puskesmas tingkat Kecamatan Kembangan. dan program kerja UKS sesuai dengan TRIAS UKS,
adapun anggota KKR adalah para siswa yang merupakan perwakilan kelas yang siswa tersebut memiliki jiwa kesehatan, kebersihan serta kedisiplinan yang baik. dan yang lebih terpenting memiliki kemahiran dalam komunikasi sehingga mereka dapat melakukan penyuluhan-penyuluhan hidup sehat dengan siswa SMP N 207 SSN Jakarta.
PROGRAM PELAKSANAAN KEGIATAN UKS
Pelayanan UKS dikoordinir oleh guru UKS yang dibantu oleh petugas kesehatan, yaitu :
1.       Medis ( dr. dipuskesmas ) yang diharapkan hadir 1x seminggu
2.       Paramedis ( Pembina UKS ) hadir setiap hari jam belajar siswa
A.       Sarana dan prasarana kesehatan
Sarana dan prasarana kesehatan yang ada di ruang UKS antara lain :
1.  Dipan lengkap dengan kasur, sprei, bantal dan sarung bantal
2.  Almari obat yang berisi obat-obatan dan perawatan rawat luka
3.  Timbangan beserta alat pengukur tinggi badan
4.  Tensimeter, stetoskop dan termometer
5.  Tandu
6.  Wastafel dan kamar mandi
B.  Kegiatan di ruang UKS
Kegiatan yang akan dilakukan di ruang UKS SMP N 207 SSN Jakarta adalah sebagai berikut :
1.  Pelayanan kesehatan (rawat luka, mengukur tekanan darah, memberikan obat-obatan ringan)
2.  Penimbangan BB dan pengukuran TB, LL
3.  Pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan oleh petugas
C.   Administrasi UKS
Segala kegiatan yang dilaksanakan dalam UKS ini dicatat dan dibukukan secara tertib dan teratur. Buku-bukuadministrasi tentang kegiatan UKS ini antara lain :
1.   Buku pemeriksaan kesehatan
Buku ini berisi tentang nama siswa beserta keluhan dan obatnya. Buku pemeriksaan kesehatan diisi setiap hari, Namur siswa yang sakit tidak dicatat semua.
2.   Buku daftar pasien
Buku daftar pasien berisi tentang daftar nama pasien yang sakit, kelas dan keterangan untuk minta obat, istirahat atau pulang.
3.   Buku daftar absensi siswa sakit
Buku daftar absensi siswa sakit berisi daftar nama-nama siswa yang sakit setiap bulannya.
4.   Buku rujukan siswa sakit
Buku ini digunakan jika ada siswa sakit yang tidak bisa ditangani di UKS, biasanya siswa dirujuk ke Rumah Sakit atau klinik terdekat.
5.   Buku penerimaan barang
Buku ini memuat tentang daftar barang yang masuk di UKS baik yang berupa barang subsidi maupun mandiri.
6.   Buku agenda surat masuk dan surat keluar
Buku agenda surat masuk berisi tentang surat yang masuk  dan surat yang dikeluarkan oleh UKS.
7.   Buku inventaris UKS
Buku inventaris UKS berisi tentang daftar barang yang ada di UKS.
8.   Buku belanja obat
Buku ini berisi tentang obat yang baru dibeli beserta stok sebelumnya.
9.   Buku permintaan surat dokter
Buku permintaan surat dokter berisi tentang daftar nama anak yang meminta surat dokter, baik surat keterangan sehat maupun surat keterangan sakit.
10. Buku pengukuran TB dan penimbangan BB
Buku ini berisi tentang hasil penimbangan BB dan pengukuran TB siswa kelas satu yang dilaksanakan setiap 4 bulan sekali.
11. Buku laporan kegiatan UKS
Setiap akhir semester dan setiap tengah semester UKS perlu membuat laporan semua kegiatan yang diadakan oleh UKS.
12. Buku tamu
Setiap tamu dari luar yang berkunjung ke UKS mengisi buku tamu yang disediakan.
13. Selain di buku, administrasi kegiatan UKS juga dibuat dalam bentuk agenda kegiatan yang ditempel di dinding dan juga data yang berupa; program tahunan kegiatan UKS, struktur organisasi dan alur pengobatan.
 D. Tim Pelaksana UKS
UKS merupakan tanggung jawab bersama antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatn pemerintah dan Departemen Agama. UKS dilaksanakan oleh tim pelaksana UKS yang ditetapkan dengan surat keputusan kepala sekolah. Tim pelaksana UKS tersebut terdiri dari Kepala Sekolah, guru dan karyawan beserta para siswa.
 E. Biaya
Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan UKS diperoleh dari BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan sumbangan Komite sekolah

PMI Kerahkan 5.000 Relawan dan Ratusan Ambulans Untuk Siaga Lebaran


PMI kerahkan 5.000 relawan dan 100 orang dokter dalam layanan Siaga Lebaran (Idul Fitri) 1432 H. Aksi ini dilengkapi dengan 300 unit ambulans dan 350 pos pertolongan pertama yang disiagakan di ruas-ruas strategis jalur mudik dan rawan kecelakaan di wilayah Jawa, Sumatera dan Bali.
“Ambulans dan pos pertolongan pertama PMI ditempatkan di lokasi strategis sepanjang jalur mudik dan lokasi rawan, seperti terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan dan tempat wisata. Pelayanan ini juga akan didukung oleh 5.000 ribu relawan dan 100 dokter serta paramedis mulai H-7 dan H+7,” kata Ketua Pengurus Bidang Kesehatan dan Donor Darah Markas Pusat PMI Dr. dr Farid Husain Sp K.Bd.
Pos pertolongan pertama ini di antaranya tersebar di wilayah Jawa (Banten 23 pos, Jawa Barat 44, Jawa Timur 118, Jawa Tengah 36, DKI Jakarta 17 dan DIY 22), Sumatera (Bengkulu 2, Aceh 5, Sumatera Selatan 16, Kepulauan Riau 4, dan Lampung 7 dan Riau 18) dan Bali 8 pos. 
Selain ambulans darat, PMI juga menyiagakan 2 unit ambulans udara yang dikhususkan untuk pelayanan di jalan tol. Ambulans udara berupa helikopter ini akan melayani di empat rute jalan tol, yaitu Jakarta-Merak, Jakarta-Cikampek, Jakarta-Ciawi (Bogor), dan Jakarta-Cilenyi (Bandung). Melalui ambulans udara, pasien dan korban kecelakaan yang membutuhkan akan dirujuk ke Rumah Sakit Eltaham Karawang dan RS Gatot Subroto Jakarta.  
Terkait siaga lebaran ini, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melepas armada ambulans beserta relawan dan personil medis dalam Apel Siaga Lebaran di Silang Monumen Nasional (Monas) pada Kamis (25/8). Sebanyak 630 relawan termasuk kru medis dan personil helikopter beserta 36 unit ambulans, 2 unit ambulans udara dan 17 mobil donor darah diturunkan dalam apel ini. Apel siaga lebaran ini juga ditandai dengan simulasi penanganan kecelakaan lalu lintas oleh personil ambulans PMI.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan PMI selama arus mudik dan arus balik lebaran, PMI turut menyiagakan mobil unit donor darah dan gerai-gerai donor darah yang ada di mal dan kampus di Indonesia. Untuk mendukung siaga lebaran ini, PMI menerima 20 unit mobil Unit Donor Darah dari sejumlah donatur, yaitu PT. Mahakam Sumber Jaya, PT. Sidomuncul, PT. Bosawa, Palang Merah Hong Kong, Alfamart, Budha Suci dan TV One.*
(Dok. Foto Oleh Anggun Permana, Biro Humas Markas Pusat PMI)

Rapat persiapan bukber PMR SMP N 207 SSN Jakarta tahun 2011

PMR SMP N 207 SSN Jakarta (06/08) melaksanakan rapat pengurus dimana agenda yang dirumuskan diantaranya: penentuan jadwal dan persiapan buka puasa bersama yang telah ditetapkan pada hari Jum'at tanggal 12 agustus 2011, persiapan kenaikan tingkat untuk madya 1 dan 2 yang akan dilaksanakan dicurug jawa barat, pada bulan september 2011 yang akan dijadwalkan pada bulan septeber dan pengukuhan calon taruna PMR tahun 2011, ketiga agenda ini adalah agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan.

Pemilihan Ketua PMR yang mengharukan

PMR SMPN 207 SSN Jakarta telah melakukan musyawarah anggota untuk memilih ketua PMR periode 2011-2012, yang akan melaksanakan ekstafet kepemimpinan berikutnya, dalam kegiatan ini Pengurus periode 2010-2011 telah melakukan pelaporan pertanggungjawaban kegiatannya, yang mana dalam LPJ tersebut sdri Islah selaku Pjs Ketua melaporkan bahwa ketua PMR telah mengundurkan diri, sehingga terjadi kepinjangan dan kekosongan kepemimpinan tetapi bukan berarti PMR terhenti tetapi harus terus berjalan dan telah dilaporkan bahwa dalam kepengurusan ini telah mencapai prestasi diantaranya juara II panca lomba PMR jakarta Barat, Juara Umum Lomba cipta tandu mata tertutup di SMU N 33 Jakarta, juara 2 campuran dan juara 3 putri dalam lomba cipta tandu darurat di SMK N 45 Jakarta, Juara terbaik Pertama dalam Lomba Institusi PMR teladan tingkat DKI Jakarta, lolos seleksi jumbara nasional digorontalo, yang terkirim adalah rekan Cahyani menjadi peserta mewakili DKI Jakarta, harus juga kami akui ujar islah bahwa prestasi ini sedikit menurun dimana pada periode yang lalu PMR dapat meraih 35 piala dalam satu tahun tetapi ada nilai plus yang harus diakui bahwa kepemimpinan kami bisa menjadi peserta nasional dan ini pertama kalinya dalam sejarah PMR 207 yang berdiri pada tahun 1984.

dalam pemilihan ketua yang sangat menegangkan dimana para taruna terbaik memaparkan visi misi dan program PMR kedepan agar lebih baik, calon ketua yang tercatat sebanyak 6 orang dan akhirnya terpilih Nadia menjadi ketua periode 2011-2012,

Nadia sangat terkejut dan mengujurkan air mata pada saat terpilih menjadi ketua, keadaan pun menjadi haru dan penuh semangat untuk mendukung nadia dan siap menjalankan program kerja kedepan

JUMBARA NASIONAL DI GORONTALO

Jumbara Nasional yang digelar PMI dan libatkan ribuan anggota Palang Merah Remaja (PMR), juga melaksanakan 22 lomba dan berbagai kegiatan kampanye untuk masyarakat di Gorontalo, sepanjang 4-9 Juli 2011.

Semua kegiatan dikemas dalam tiga bagian besar, yaitu Jumpa, Bakti, dan Gembira. Seluruhnya ada sekitar 22 lomba yang dilaksanakan dalam acara ini. Seluruh peserta yang berjumlah 2.200 dari 32 kontingen se-Indonesia ini akan dilibatkan di semua kegiatan.

Dalam bidang Jumpa, para anggota PMR ikut dalam lomba traveling kepalangmerahan, informasi dan komunikasi, kreasi remaja, cerdas cermat, dan lokakarya. Untuk bidang Bhakti, mereka akan mengikuti aksi penanaman pohon produktif, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), penyuluhan kebersihan dan donor darah, kesiapsiagaan bencana, dan bakti sosial ke beberapa panti jompo.

Sedangkan untuk bidang Gembira, para peserta ikut dalam lomba paduan suara, teater kemanusiaan, pentas seni, olahraga dan outbond, anjangsana antarkontingen, kontingen favorit, home stay, pameran dan bazaar, wisata dan tempat bersejarah, dan pemilihan Putra dan Putri Remaja PMI.

“Ada yang baru dalam Jumbara Nasional kali ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jumbara Nasional, PMI menggelar lomba pemilihan Putra-Putri Remaja PMI. Lomba ini diharapkan menjadi sarana untuk mendapatkan kader terbaik PMI yang nantinya akan bertugas sebagai tim promosi dan kampanye program berbagai kegiatan PMI,” ucap Koordinator Bidang Gembira, Aswi Reksaningtyas dalam acara Jumbara Nasional di Bumi Perkemahan Lomboto, Kabupaten Gorontalo.

Bagi PMI, kegiatan berskala nasional ini bukan cuma menjadi ajang kompetisi semata untuk setiap PMI daerah. Beberapa lomba dilaksanakan di puluhan sekolah dan di area pemukiman penduduk. Khusus untuk kegiatan UKS, dilaksanakan di 11 sekolah SD, SMP, SMA, dan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten dan Kota Gorontalo. Acara bakti sosial ke panti jompo juga dilakukan di Limboto dan Kota Gorontalo. Kampanye kesiapsiagaan bencana dan aksi penanaman 1.200 pohon juga telah dilaksanakan di wilayah Limboto.

“Acara ini juga menjadi sarana kampanye berbagai program PMI kepada seluruh masyarakat di Gorontalo. Semoga acara ini memberikan dampak dan manfaat yang sangat positif bagi masyarakat Gorontalo dan kepada seluruh kontingen peserta Jumbara Nasional VII PMR 2011,” tegas Ketua Panitia Jumbara Nasional VII PMR 2011 Muhammad Muas.*


sumber http://www.pmi.or.id/ina/news/?act=detail&p_id=755
Pada tanggal 21 Agustus 2010 Palang Merah Remaja SMP Negeri 207 Jakarta akan melaksanakan kegiatan buka bersama, dimana buka puasa kali ini akan dilaksanakan di daerah salah satu rumah anggota,

perubahan suasa ini dimaksudkan untuk melakukan pendekatan terhadap orang tua murid agar para orang tua saling mengenal dan mengetahui kegiatan PMR seperti apa, karena banyak para orang tua yang tidak begitu paham dengan kegiatan kepalang merahan,

Sosialisasi Kegiatan PMR

  PDF Cetak E-mail
Dalam upaya menumbuhkan kesadaran Remaja akan pentingnya kegiatan Palang Merah Remaja serta untuk meningkatkan jumlah Remaja di sekolah agar bergabung dengan kegiatan Palang Merah Remaja maka Palang Merah Indonesia Cabang Jakarta Barat beberapa waktu lalu mengadakan Sosialisasi Kegiatan Kehumasan PMR di ruang Serbaguna Pusat Niaga Puri Agung, Cengkareng, Jakarta Barat. Yang pesertanya terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, alumni PMR yang aktif mengajar PMR di sekolah serta para KSR dan TSR yang aktif mengajar PMR di sekolah. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 WIB itu di buka oleh Ketua PMI Cabang Jakarta Barat Drs. H. Komaruddin Hasjim, MM. Acara berlangsung dengan hikmat dan meriah walaupun peserta yang hadir ada yang datang terlambat karena beberapa alasan, tetapi acara tetap berjalan lancar.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan orientasi kepada peserta tentang apa dan bagaimana perkembangan pembinaan Palang Merah Remaja di sekolah serta Menumbuhkan kesadaran Remaja akan pentingnya kegiatan PMR dalam upaya meningkatkan peran positif remaja di masyarakat dalam bentuk talk show manajemen PMR, pemutaran Film Tri Bakti PMR serta Pameran.Dan diacara tersebut dihadiri pula oleh seksi PMR dan Relawan PMI Pusat, seksi Organisasi dan Relawan PMI DKI Jakarta, dan Koordinator Forum Palang Merah Remaja Cabang Jakarta Barat, Aliya, Oktariyadi dan Rosita.

Acara selesai ba’da Ashar, dan perlu diingat dengan diadakannya acara ini diharapkan sekolah – sekolah yang belum memiliki kegiatan ektrakulikuler Palang Merah Remaja dapat bergabung dengan Palang Merah Indonesia, Khususnya Palang Merah Indonesia Cabang Jakarta Barat dalam membangun dan membina siswa untuk menjadi Palang Merah Remaja dan kelak Palang Merah remaja tersebut menjadi Relawan Masa Depan yang berguna membantu Palang Merah Indonesia dalam kegiatan kepalangmerahan di masyarakat luas. Amien (AKI)

isi keterangan prihal RUU lambang Palang Merah

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA

KETERANGAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
MENGENAI
RANCANGAN UNDANG-UNDANG
TENTANG
LAMBANG PALANG MERAH
 

 
Saudara Pimpinan dan Para Anggota Dewan yang terhormat,
 
Assalamu’ alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua,

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, perkenankan
kami mewakili Presiden menyampaikan Keterangan Presiden mengenai Rancangan
Undang-Undang tentang Lambang Palang Merah yang telah disampaikan kepada
Pimpinan DPR-RI dengan Surat Pengantar Nomor R.79/Pres/10/2005 tanggal
12 Oktober 2005.
 
Saudara Pimpinan dan Para Anggota Dewan yang terhormat,
 Tujuan penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Lambang Palang
Merah adalah untuk memberikan landasan hukum yang kuat serta memberikan
pengakuan dan perlindungan bagi penggunaan Lambang Palang Merah oleh negara
Republik Indonesia.
 
Adapun pokok-pokok pikiran yang melandasi penyusunan RUU tentang Lambang Palarig Merah, dapat kami sampaikan sebagai berikut:
Pertama, bangsa Indonesia telah turut serta dalam Konvensi Jenewa Tahun 1949 yang mengatur mengenai Perlindungan Korban Perang (International Convention for Protection of Victims of War). Konvensi tersebut sudah diratifikasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 1958 tentang ikut sertanya Negara Republik Indonesia dalam Keempat Konvensi Jenewa, tanggal 12 Agustus 1949. Dalam Konvensi Jenewa tersebut, dinyatakan bahwa pihak-pihak peserta berkewajiban untuk menghormati dan menjamin penghormatan atas Konvensi Jenewa Tahun 1949 dalam segala keadaan. Konvensi Jenewa Tahun 1949 secara garis besar mengatur tentang kewajiban-kewajiban yang harus ditaati oleh negara peserta, khususnya untuk memberikan perlindungan dan memperlakukan para korban/tawanan perang sesuai dengan hukum humaniter yang berlaku. Di samping itu, mewajibkan pula untuk memberikan perlindungan dan penghormatan terhadap orang-orang, badan-badan, dan fasilitas-fasilitas lain seperti bangunan yang digunakan untuk misi kemanusiaan. Dalam rangka menyukseskan misi kemanusiaan tersebut, orang-orang, badan-badan, dan fasilitas-fasilitas yang perlu mendapatkan perlindungan, termasuk para petugas misi kemanusiaan perlu diberikan tanda-tanda atau lambang-lambang yang dapat dikenali oleh para pihak yang bersengketa agar mereka tidak diganggu atau diserang keberadaannya. Tanda-tanda atau lambang-lambang tersebut pada saat ini yang dikenal. diakui. dan dilindungi oleh Konvensi Jenewa hanya ada 2 (dua) macam, yaitu Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Kedua, merupakan implementasi atas turut sertanya negara Republik Indonesia dalam Konvensi Jenewa Tahun 1949. Negara Republik Indonesia mempunyai kewajiban hukum untuk merealisasikan isi ketentuan Konvensi Jenewa Tahun 1949 ke dalam hukum nasional Republik Indonesia, Ketentuan tersebut mengenai pengaturan lebih lanjut, khususnya berkaitan dengan penggunaan salah satu dari ke dua lambang yang dikenal, diakui, dan dilindungi oleh Konvensi Jenewa Tahun 1949.

Saudara Pimpinan dan Para Anggota Dewan yang terhormat,
 
Negara Republik Indonesia telah
memberikan pengakuan terhadap Badan Humaniter seperti Komite Palang Merah, yaitu dengan ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1950 yang mengesahkan Anggaran Dasar dan mengakui Perhimpunan Palang Merah Indonesia sebagai badan hukurn yang rnenipanyai misi kemanusiaan sesuai dengan Konvensi Jenewa, serta Peraturan Penguasa Perang Tertinggi Nomor 1 Tahun 1965 yang mengatur mengenai pemakaian atau penggunaan tanda dan kata-kata Palang Merah. Akan tetapi, ke dua peraturan tersebut tidak mengatur secara rinci tentang spesifikasi teknis mengenai Lambang Palang Merah. Oleh karena itu, sudah saatnya negara Republik Indonesia memiliki undang-undang yang mengatur secara komprehensif tentang Lambang Palang Merah.
Yang hendak diwujudkan oleh Undang-Undang tentang Lambang Palang Merah adalah tercapainya kegiatan-kegiatan kepalangmerahan yang mernpunyai misi kemanusiaan berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang diakui oleh Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang meliputi prinsip kemanusiaan, kenetralan, kesukarelaan, ke satuan, dan kesemestaan.
 
Saudara Pimpinan dan Para Anggota Dewan yang terhormat,
 Untuk memberikan gambaran mengenai materi yang diatur dalam RUU tentang
Lambang Palang Merah. dapat kami sampaikan materi yang diatur secara singkat sebagai berikut:

1.   Ketentuan Umum
Ketentuan Umum memuat beberapa istilah yang diberikan pengertian atau didefinisikan yang digunakan dalam perumusan pasal, antara lain Lambang Palang Merah, Lambang Palang Merah Indonesia, Palang Merah Indonesia, dan Menteri.
2.   Tujuan dan Prinsip Gerakan Kepalangmerahan
Tujuan gerakan kepalangmerahan adalah untuk meringankan penderitaan sesama manusia dengan tidak membedakan agama atau kepercayaan, suku, jenis kelamin, kedudukan sosial, pandangan politik atau kriteria lain yang serupa. Adapun prinsip-prinsip dasar gerakan kepalangmerahan internasional meliputi prinsip kemanusiaan, prinsip kesamaan, prinsip kenetralan, prinsip kemandirian, prinsip kesukarelaan, prinsip kesatuan, dan prinsip kesemestaan.
3.   Lambang Palang Merah
Lambang Palang Merah dibuat dengan ketentuan warna merah di atas dasar warna putih dengan panjang palang horizontal dan panjang palang vertikal berukuran sama. Lambang Palang Merah tersebut berfungsi:
a. Lambang Palang Merah sebagai Tanda Pelindung
Lambang Palang Merah sebagai tanda pelindung hanya digunakan untuk memberi tanda pelindung bagi tenaga kesehatan, rohaniawan, sarana, atau unit-unit, dan transportasi kesehatan Tentara Nasional Indonesia di darat, laut, dan udara baik pada masa damai maupun pada masa sengketa bersenjata. Di samping itu, Lambang Palang Merah berlaku juga untuk organisasi kemanusiaan lainnya setelah mendapat izin dan Menteri.
b.   Lambang Palang Merah sebagai Tanda Pengenal
Lambang Palang Merah sebagai Tanda Pengenal hanya digunakan untuk memberi tanda pengenal bagi seseorang atau obyek yang berkaitan dengan perhimpunan kepalangmerahan tiap-tiap negara. Lambang Palang Merah tersebut digunakan baik pada masa damai maupun pada masa sengketa bersenjata.
4.   Lambang Palang Merah Indonesia
Lambang Palang Merah Indonesia adalah palang rnerah dilingkari garis rnerah berbentuk bunga melati berkelopak lirna di atas dasar wama putih. Lambang Palang Merah Indonesia tersebut dtharapkan digunakan sebagai ban lengan atau ditempatkan pada atap bangunan. Palang Merah Indonesia dapat menggunakan Lambang Palang Merah Indonesia sebagai tanda pengenal atau mendukung penyebarluasan hukurn humaniter internasional, prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. pengumpulan dana, dan!atau kegiatan yang berkaitan dengan kepalangmerahan. Di samping penggunaan Lambang Palang Merah Indonesia oleh pihak lam harus mendapatkan izm terlebib dahulu dan Ketua Urnurn Palang Merah Indonesia.
5.   Pencegahan dan Pengawasan
Lambang Palang Merah Indonesia atau lambang-lambang lain yang dilindungi oleh Konvensi Jenewa Tahun 1949 tidak dapat didaftarkan sebagai merek dan suatu produk barang atau jasa. Sedangkan pencegahan penyalahgunaan dan pengawasan penggunaan lambang-lambang tersebut dilakukan oleh Menteri berkoordinasi dengan menteri terkait lainnya.
6.   Ketentuan Pidana
RUU ini mengatur pula tentang sanksi pidana bagi pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan penyalahgunaan lambang-lambang yang dilindungi oleh Konvensi Jenewa Tahun 1949 dan Undang-Undang ini.
7.   Ketentuan Peralihan
Bagi pihak-pihak yang telah menggunakan Lambang Palang Merah, Lambang Palang Merah Indonesia. atau lambang-lambang lain yang dilindungi oleh Konvensi Jenewa Tahun 1949 sebagai merek produk barang atau jasa sebelum berlakunya Undang-Undang ini, dalam jangka waktu paling lambat 12 (dua belas) bulan sejak berlakunya Undang-Undang ini dilarang menggunakan Lambang Palang Merah pada merek tersebut.

Saudara Pimpinan dan Para Anggota Dewan yang terhormat,
 Demikian Keterangan Presiden mengenai pokok-pokok pikiran yang melandasi penyusunan RUU tentang Lambang Palang Merah dan materi yang diaturnya.
 
Atas perhatian Pimpinan dan Anggota Dewan kami ucapkan terima kasih.
Wassalammu’ alaikum Wr. Wb.

DEPARTEMEN HUKUM DAN HAK ASASI  MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,


                                               HAMID AWALUDIN

PMI Jakarta Barat gelar sosialisasi kepalangmerahan


JAKARTA BARAT : Palang Merah Indonesia (PMI)  Kota Jakarta Barat menyelenggarakan “Sosialisasi Kepalangmerahan Kepada Masyarakat” dikuti 40 peserta dari berbagai kalangan  antara lain organisasi pemuda, PKK, Posyandu, kampus dan Orari beertempat di kantor Markas PMI Jakarta Barat, Cengkareng, Rabu (23/6). “Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman , pengetahuan dan fungsi kepalangmerahan kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan peran serta masyarakat untuk turut serta meringankan beban korban bencana alam dan bencana yang diakibatkan oleh ulah manusia,” kata H. Komaruddin Hasjim, Ketua PMI Kota Jakarta Barat pada pembukaan acara itu..

Sebagai narasumbner  dalam acara itu tiga orang dari PMI Kota Jakarta Barat masing-masing Achmad Ujang Sungkawa tentang sejarah kepalangmerahan , Sukarlan  tentang organisasi palang merah dan Muflichun tentang manajemen relawan PMI. Selain itu   dr. Udja Bachrusani ,Kabid Pengadaan Darah Unit Transfusi Darah PMI DKI  Jakarta tentang masalah pengadaan darah untuk korban bencana.
Komaruddin mengatakan Palang Merah Indonesia yang didirikan pada 17 September 1945  merupakan salah satu organisasi palang merah yang diakui internasional yang disyahkan konvensi Jeneva . Organisasi palang merah pada awalnya untuk memberikan bantuan korban dalam peperangan,. Namun dalam pekembangannya karena peperangan tidak selalu ada maka PMI back to basic memberikan bantuan kepada korban bencana alam dan bencana yang disebabkan oleh ulah manusia..
Menurut Komaruddin , PMI Jakarta Barat dengan PMR (Palang Merah Remaja), Korps Suka Rela (KSR) dan Tenaga Suka Rela (TSR) kini siap setiap saat untuk memberikan pelayanan, penanggulangan dan efakuasi  terjadinya bencana. “ Terutama bencana kebakaran dan banjir yang sering terjadi di Jakarta Barat,” ujarnya.

Selain itu PMI Jakarta Barat juga turut serta memberikan bantuan tenaga dan logistik pada bencana alam yang terjadi diluar ibukota. Seperti bencana alam stunami di Aceh .
Menurut Komarudin yang hingga kini masih menjadi beban yakni belum terwujudnya gedung PMI Jakarta Barat yang akan dibangun di Jelambar. “ Selama ini kantor markas PMI Jakarta Barat di Cengkareng masih ngontrak. Diharapkan dapat menempati gedung baru tahun 2013,” ujarnya.
Untuk membantu meringankan korban yang memerlukan darah, pihaknya kini selain menyelenggarakan kegiatan donor darah di kantor instansi pemerintah, sekolah dan lainnya di luar, juga melayani doroh darah dari masyarakat di kantor markas PMI Kota Jakarta Barat seminggu dua kali yakni pada Senin dan Rabu pada pk. 09.00 -12.00.

Untuk penghimpunan dana, PMI Jakarta Barat menyelenggarakan Bulan Dana PMI. “Tahun 2008 PMI Jakarta Barat menempati peringkat I, tahun 2009 urutan ke II dalam pengumpulan Bulan Dana. Kita akan berupaya tahun 2010 ini dapat menempati peringkat I lagi,” ujarnya tak merinci. (nms)

Anggota PMR Harus Pahami Prinsip Nilai Kemanusiaan

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Fauzi Bowo mengharapkan, para anggota Palang Merah Remaja (PMR) dapat memahami prinsip-prinsip kepalangmerahan, yaitu senantiasa menunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, semua itu hanya dapat tercapai bila anggota PMR giat berlatih untuk mengasah keterampilan.

"Anggota PMR harus memahami prinsip yang dipegang PMI dan yang lebih utama harus mengenal nilai-nilai kemanusiaan untuk menumbuhkembangkan rasa kasih sayang dan solidaritas," kata Bang Fauzi di Jakarta.

Gubernur juga berpesan, jika latihan sering dilakukan tentunya para anggota akan semakin terampil, dan keterampilan itu akan dibutuhkan jika dalam keadaan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi kapan saja.

Jumbara VII sendiri diikuti 3.500 anggota, pembina, dan pengurus PMR se-DKI Jakarta. Mereka yang mengikuti pelatihan dan pembinaan ini merupakan hasil seleksi dari 36.000 anggota PMR yang ada di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP sampai SLTA se-DKI Jakarta.

Mereka akan diberikan keterampilan dan nilai-nilai sportivitas sehingga diharapkan mampu mengembangkan kreatifitasnya di kalangan PMR Mula (tingkat SD) sebanyak 600 orang, Madya (tingkat SMP) sebanyak 1.500 orang, Wira (tingkat SMA) sebanyak 900 orang, serta 500 orang lagi dari para guru pembina. Pembinaan yang digelar selama tiga hari, peserta juga akan melaksanakan 45 kegiatan yang terbagi dalam tiga bidang yaitu, bidang peningkatan keterampilan hidup sehat, cara berbakti di masyarakat, dan mempererat persahabatan nasional maupun internasional.

Istri Gubernur DKI Minta Ditandu PMR

Istri 
Gubernur DKI Minta Ditandu PMR
Ketua Dewan Kerajinan daerah (Dekranasda) DKI Jakarta Tatiek Fauzi Bowo  spontan membuat kejutan saat berlangsungnya suatu acara. Kali ini giliran anggota Palang Merah Remaja (PMR) Jakarta Barat yang ‘ditantang’ untuk menggotong istri orang nomor satu di DKI ini.

“Saya ingin menguji apakah anggota PMR Jakbar kuat gak ngangkat saya? Ayo harus dibuktiin nih,” pinta Tatiek seraya tersenyum simpul usai menyaksikan peragaan atraksi ketrampilan menandu oleh sejumlah anggota PMR Jakbar, Kamis (1/7). Atraksi ini sebagai rangkaian dalam acara Sentra Barat Fair 2010 yang diadakan Pemkot Jakbar dihadiri Walikota Jakbar Djoko Ramadhan dan Ketua Dekranasda Jakbar, Elly Djoko Ramadhan.

Tak urung tantangan tersebut sempat membuat anggota PMR Jakbar terlihat ragu dan menilai istri Gubernur DKI Fauzi Bowo ini sekedar becanda. Tatiek memaklumi keraguan itu dan bergegas menjadi ‘pasien’ dengan berbaring di tandu bambu yang sudah dilapisi selimut. Dengan wajah tegang, 6 anggota PMR Jakbar yang ‘bertugas’ tampak hati-hati agar ‘pasiennya’ jangan sampai terjatuh.
“Wah, kalau sampai Bu Tatiek jatuh, gawat dah kita semua,” celetuk satu pejabat Pemkot Jakbar yang mengikuti dengan serius dari belakang.

Sekitar 50 meter, Tatiek menjadi ‘pasien khusus’ PMR Jakbar. Ia mengaku bangga dan salut dengan ketrampilan yang dimiliki anggota PMR Jakbar yang sebagian diantaranya masih bersekolah di SMP. “Terima kasih ya dan tetap terus berlatih untuk meningkatkan ketrampilan demi menjalankan tugas kemanusiaan bagi sesama,” pintanya lagi.

Sebelumnya saat membuka Sentra Barat Fair 2010, Tatiek berharap ajang tersebut dapat menjadi potensi dan peningkatan kualitas usaha mikro, kecil dan menengah produk rumahan untuk mendorong sektor perekonomian masyarakat. Ada 73 stand yang tampil dalam pameran yang baru pertama kali digelar Pemkot Jakbar memperingati HUT ke-483 Jakarta.

Bagi para anggota PMR yang mengangkat tandu tersebut sangat bangga bisa membawa ibu Tatiek memakai tandu, dimana suatu kehormatan bagi kami, walaupun rada cemas juga sih,.. he..he.. ujar salah satu orang yang mengangkat tandu.

Aksi Kampanye Sehat dari Ratusan PMR se-Indonesia


PMI melaksanakan kampanye sehat di 11 titik lokasi se-Kabupaten dan Kota Gorontalo. Kampanye ini merupakan bagian dari kegiatan bidang Bakti dalam acara Jumbara Nasional VII PMR 2011 di Gorontalo, Rabu (6/7/2011). Sebanyak 128 peserta anggota Palang Merah Remaja (PMR)dari 32 kontingen se-Indonesia berpartisipasi  dalam aksi Kampanye Sehat ini.

“Pelaksanaannya juga didukung oleh 11 sekolah dari SD, Madrasah Ibtidaiyah, SMP, SMK, SMA, dan SMK di Limboto dan Kota Gorontalo. Teknisnya, seluruh peserta akan melakukan penyuluhan singkat dan simulasi sederhana tentang promosi kesehatan dan pertolongan pertama,” ujar perwakilan Panitia Jumbara Nasional 2011 Bidang Bhakti, Exkuwin Suharyanto, langsung dari area bumi perkemahan Limboto, Gorontalo, Selasa (7/7/2011).

Lebih rinci, tahap pertama Kampanye Sehat ini diselenggarakan di SDN 1 Luwoo, SDN 1 Kayubulan, Madrasah Ibtidaiyah Hepulawa, SDN 95 Kota Gorontalo, SMPN 1 Limboto, SMPN 1 Talaga, SMAN 1 Talaga, SMKN 2 Kota Gorontalo, SMP 6 Kota Gorontalo, SMA 3 Kota Gorontalo, dan SMKN 2 Kota Gorontalo.

Dalam tahap tersebut, para peserta Jumbara Nasional 2011 memberikan penyuluhan singkat sesuai dengan waktu yang ditentukan. Para peserta penyuluhan adalah ratusan murid-murid SD dan Madrasah Ibtidaiyah, serta para siswa SMP, SMA, dan SMK. Masing-masing sekolah memiliki sekitar 100 orang peserta penyuluhan.

Materi penyuluhannya adalah tentang pencegahan demam berdarah, pengolahan sampah daur ulang, pentingnya makanan bergizi bagi kesehatan tubuh, cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara menyikat gigi, dan pertolongan pertama sederhana.

“Bahkan, mereka juga berkampanye bahwa sangat disarankan untuk menghindari makanan-makanan dengan zat berbahaya. Misalnya, hindari makanan-makanan yang mengandung penyedap rasa dan makanan-makanan dengan warna yang terlalu mencolok,” tambahnya.

Aksi Kampanye Sehat ini juga menjangkau wilayah Kelurahan Biyonga dan Hepuhulawa.Dalam tahap kedua yang diselenggarakan hari ini, Kamis (7/7/2011), panitia menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dan donor darah dengan melibatkan pihak Dinas Kesehatan setempat  dan petugas dari Unit Donor Darah PMI Provinsi Gorontalo.

Exkuwin menjelaskan, “Untuk tahap kedua, para peserta Jumbara Nasional 2011 juga ditugaskan untuk membuat laporan kegiatan penyuluhan. Tujuannya agar ejak dini, mereka sudah mampu menyusun data tertulis kegiatan penyuluhan dan melihat dampak atau respon masyarakat terhadap penyuluhan ini.”

Dijadwalkan, Jumat pagi esok(8/7/2011), para peserta Jumbara Nasional VII PMR 2011 juga akan mengikuti kegiatan kunjungan ke beberapa panti asuhan dan panti jompo di Kabupaten dan Kota Gorontalo.

Dalam kegiatan ini, PMI juga akan menggelar aksi Bakti Sosial berupa layanan kesehatan GRATIS untuk para penghuni di Panti Jompo Ilomata Kota Gorontalo dan Panti Jompo SPW Beringin di Limboto, Kabupaten Gorontalo.

(Dok. Foto Oleh Ayu N. Andini, Biro Humas Markas Pusat PMI)

pesan samudra